Struktur Dasar C++

    Struktur dasar pada c++ meliputi sintax, tipe data, variabel, dan operator.
  • Sintax dasar c++
  • Dibawah ini adalah contoh program dasar dari c++:
    Program diatas contoh sederhana yang mewakilkan sintax dasar c++. Dari yang paling atas:
    1. file header >> Tempat fungsi yang akan kita gunakan. Pada program ini kita memakai   standar output yaitu "cout<<"assalamualaikum..  "<<endl;". Artinya kita memerintahkan komputer untuk menampilkan tulisan "assalamualaikum.." di console. Sintax "<<endl" merupan enter.
    2. fungsi utama >> Merupakan fungsi yang dieksekusi terlebih dahulu oleh komputer. Instruksi yang akan kita tulis juga terdapat disini. Seperti instruksi untuk menampilkan tulisan "assalamualaikum..".
    3. tanda titik koma (;) >> Sebagai penutup antar instruksi. Coba kita lihat pada fungsi utama di atas, terdapat dua buah instruksi yaitu "cout<<"assalamualaikum..  "<<endl" dan "return 0". Sebagai mana yang kita lihat kedua instruksi di atas ditutup dengan tanda titik koma (;).
    4. tanda "{" dan "}" >> Berguna untuk pembuka instruksi dan penutup instruksi.
  • Tipe data
  • Untuk menyimpan sebuah nilai selama program dieksekusi kita harus menyimpannya sesuai dengan tipe data. Karena sebuah nilai di dalam program akan mempunyai ukuran yang berbeda. Misalnya, ukuran sepatu kita 40, kita pakai yang ukuran sepatu 45, tentu secara fisik akan banyak memakan bahan, karena ukurannya yang terlalu besar. Atau kita memakai sepatu yang terlalu kecil, otomatis kita akan merasa tidak nyaman memakainya. Nah, begitu juga dengan sebuah nilai di dalam program. Kita harus memasukkan nilai ke variabel dengan tipe data yang sesuai.
     Berikut ini adalah tipe data yang digunakan dalam c++:

    Tipe Data Ukuran dalam byte Range
    char 1byte -128 to 127 or 0 to 255
    unsigned char 1byte 0 to 255
    signed char 1byte -128 to 127
    int 4bytes -2147483648 to 2147483647
    unsigned int 4bytes 0 to 4294967295
    signed int 4bytes -2147483648 to 2147483647
    short int 2bytes -32768 to 32767
    unsigned short int 2bytes 0 to 65,535
    signed short int 2bytes -32768 to 32767
    long int 8bytes -2,147,483,648 to 2,147,483,647
    signed long int 4bytes -2,147,483,648 to 2,147,483,647
    unsigned long int 4bytes 0 to 4,294,967,295
    float 4bytes +/- 3.4e +/- 38 (~7 digits)
    double 8bytes +/- 1.7e +/- 308 (~15 digits)
    long double 8bytes +/- 1.7e +/- 308 (~15 digits)
    Dapat kita lihat pada tabel di atas bahwa tipe datanya dalam bentuk "byte". Kita tau bahwa 1 byte = 8 bit. Artinya setiap 1 byte dikali dengan 8 dan satuannya dalam bit. Misalnya tipe data char berukuran 1byte akan sama dengan 8 bit. Kita tau bahwa 1 bit bisa menyimpan 0 atau 1. Sehingga banyaknya kemungkinan yang terjadi adalah 2 pangkat 8 (2^8) adalah 256. Kita lihat pada tabel di atas bahwa range dari tipe data char adalah -127-128 atau 0-255. Berarti pada range ini terdapat 256 macam angka. Begitu juga dengan tipe data yang lainnya. 
    Agar lebih paham coba jalankan program dibawah ini (jika belum tau cara menjalankannya klik disini):
    Tipe data di atas adalah tipe data yang sering digunakan dalam pemrograman c++. Program di atas akan memperlihatkan tipe data yang kita inginkan
    Berikut ini adalah screenshot programnya:
  • Variabel
    Selama program berjalan dibutuhkanlah sebuah tempat untuk menyimpan nilai yang diolah oleh program. Tempat ini dinamakan dengan variabel. Nilai pada variabel dapat diubah-ubah selama program dijalankan. Berikut adalah cara pendeklarasian variabel:                                     Tipe_data nama_variabel; contoh: int a; char ab;
  • 1. int a >> nama variabelnya adalah a dengan tipe data yang disimpannya adalah int.
    2. char ab >> nama variabelnya adalah ab dengan tipe data yang disimpannya adalah char.

    Berikut adalah aturan penamaan variabel:
    1. case sensitivve artinya int A akan berbeda dengan int a.
    2. Tidak boleh mengandung simbol. Kecuali underscore "_". Misal: int #a, float r$fd.
    3. Tidak boleh mengandung spasi. Misal: int nilai siswa.
    4. Tidak boleh didahului oleh angka. Misal: double 3nilai.
    5. Tidak boleh mengulang nama variabel. Misal: double angka; kemudian kita buat lagi int angka.

    Untuk lebih mamahami penggunaan variabel, coba jalankan program di bawah ini:


    Pada program di atas terdapat 3 buah variabel. 2 buah variabel bertipe int dan 1 variabel bertipe float. Mula-mula anda diminta untuk memasukkan nilai ke variabel a. Kemudian tekan tombol enter. Setelah itu diminta untuk memsukkan nilai b dan begitu juga dengan variabel c. Setelah itu nilai yang kita masukkan tadi ditampilkan. Setelah itu kita diminta untuk memasukkan nilai lagi. Misalnya tadi nilai pada variabel a=5. Sekarang kita masukkan 7. Artinya nilai pada variabel a yang terbaru adalah 7. Nah setelah menjalankan program ini tentunya anda sudah lumayan paham bukan?
    Untuk Membuat variabel yang tidak bisa diubah-ubah selama program dijalankan kita bisa menggunakan konstanta. Nah seperti namanya konstanta adalah variabel yang nilainya tidak bisa diubah-ubah selama program dijalankan. Untuk pendeklarasian sintax konstanta sita:

    1. "const int a=4;" >> artinya variabel a bernilai 4, dan nilainya bersifat konstan.
    2. "#define phi 3.14" >>artinya nilai phi adalah 3.14 dan nilainya bersifat konstan.
    Coba ubah program sebelumnya dari "int a,b;" menjadi "const int a=4,b=2;". Kemudian jalankan program tersebut. Apa yang terjadi? Hah, error? yap.. Pasti error lah karena pada awal program kita mendeklarasikan variabel a sebagai konstanta yang bernilai 4. Dan diprogram diminta lagi untuk memasukkan nilai ke variabel a. Begitu juga dengan b.
  • Operator
  • Pada c++ terdapat operator berikut: 
    1. sama dengan (=) >> Untuk memasukkan nilai ke variabel. contoh int a=5.
    2. aritmatik (* , / , + , - , %) >> operasi matematika. misal c=a+b.
    3. compound assaigment (+= , -= , *= , /= , %= ) >> mempersingkat operasi aritmatik.
        contoh: a=a+b akan sama dengan a+=b.
    4. increase dan decrease (++ , --) >> misal nilai a=3, kemudian a++. Maka nilai a yang baru           adalah 4. atau a--. Maka nilai a yang baru adalah 2.
    5. Relational dan operator equality (==, != , > , < , >= , <= ) >> melihat kondisi dari sebuah           variabel. Untuk penggunaan operator ini akan kita bahas pada tutorial selanjutnya.
    6. Operator logika (! , && , || ) >> untuk operasi logika. Kita akan membahasnya pada tutorial       berikutnya.
    Sebenarnya masih banyak operasi yang lain. Mungkin anda bisa cari sendiri. Karena saya lebih suka mengajarkan agar anda bisa mengembangkannya. Untuk lebih memahami penggunaan operator coba anda jalankan program di bawah ini:
  • Standar Input Output
  • Standar input pada c++ menggunakan cin. Digunakan untuk memasukkan nilai ke variabel dari user. Standar output pada c++ menggunakan cout. Digunakan untuk menampilkan tulisan atau nilai yang terdapat pada varabel ke console. Berikut adalah contoh programnya:
    Program diatas akan sama dengan program di bawah inI;
    Coba analisa sendiri apa perbedaan program di atas. 
    Mungkin sekian untuk bagian dua ini. Jika ada yang kurang paham langsung di komen aja.
    Untuk tutorial berikutnya kita akan membahas tentang "Struktur Kondisi dan Pilihan". Silakan klik disini.

Share this

Previous
Next Post »